KECEMASAN-KECEMASAN

KECEMASAN-KECEMASAN

Oleh: Dewi Kumala Sutra

 

 

Kecemasan-kecemasan itu seperti momok. Takut-takut  dikhianati. Cemas salah memilih. Waspada. Maka semua perang pemikiran. Seperti syetan datang merayu. Pilih, tidak, pilih, tidak, Ah…! Wajah-wajah tersenyum, sedang kepala-kepala lain kebingungan. Memilih? Ah…, bingung! Kenapa harus begini, kenapa mesti bingung. Mungkin kah kebosanan telah melesak naik di dada? Janji-janji, lagi-lagi, ah…!

 

Andai kecemasan-kecemasan itu kue, ah…! Alangkah enaknya kita makan, perut kenyang, lambung terus berjaya. Namun, yang terjadi sebaliknya. Kecemasan-kecemasan itu membunuh. Tak memilih? Perihal lambung, kepala-kepala di racuni sederet uang, “Pilihlah saya!” katanya. Ya, mereka kaki tangan si pecundang. Ragu kini akan bersih, tetap cemas dalam memilih.

 

Sejujurnya, kita tidak perlu yang tampan, cantik, kaya, beranak sedikit, membuat baliho besar-besar. Menampakkan gambar masjid pada balihonya. Ah…, tidak perlu! Tampil sajalah apa adanya. Kita hanya perlu, visi dan misi yang jelas, kerja keras. Bukan kerja keras hanya untuk untung sendiri. Tapi untuk ini, semua kepala-kepala yang telah memilih. Masyarakat kecil.

 

Bercermin pada masa lalu. Kecemasan-kecemasan itu telah membeku, mampukah kalian mencairkannya? Hingga kami, tak lagi cemas. Hingga kami tidak berpikiran lagi kalian adalah momok paling besar. Adillah, jujurlah, perhatikanlah kaki tangan kalian, adil pun kalian, tapi apa guna jika orang-orang bawahan kalian bermain-main di sana. Ah…itu sama saja!

 

Kecemasan-kecemasan itu semakin menjadi-jadi. Pemilihan calon dan wakil gubernur tak lama lagi. Ah…, akankah kecemasan-kecemasan kita berubah menjadi sebuah ketenteraman di dada. Mari pilihlah sesuai hati nurani. Jangan dipaksakan jika ragu. Jangan di-iya-kan bila duit datang tiba-tiba mengelabui matamu. Jangan pula termakan isu yang tak jelas. Sudah saatnya kita yang aktif, gencar mencari tahu. Mendapat informasi dari orang tak jelas, ah…mungkin saja kepura-puraan. Mereka hanya bisa saling memojokkan satu sama lain. Lalu sekarang, mari kita yang aktif mencari tau! Yakinkan diri kita akan memilih yang pasti-pasti saja. Ah, akankah bersua? Semoga…, semoga Allah pertemukan kita dengan sosok pemimpin seperti yang kita impikan selama ini. Baik budi pekerti, religi, tegas, adil, tidak korupsi, lagi mencintai rakyatnya. Amiin.

***

Terbit di Koran Singgalang 2010

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: